Sabtu, 06 Agustus 2016

Kriminal



KRIMINAL
SOSIALISASI NARKOBA


Jakarta - Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya.
“Pasti teman-teman sering mendengar narkoba, mungkin beberapa orang masih awam. Biasanya kalau sudah dibilang narkoba adalah narkotika. Kalau pengertian umumnya itu adalah zat atau obat baik itu dari tanaman ataupun yang bukan dari tanaman melalui proses sintesis  ataupun bukan sintesis.” Ujar Dr. Andine.
Orang yang mengkonsumsi narkoba dapat merubah sifat, perilaku dan juga fisik. Sifat yang kerap kali mudah marah dan perubahan fisik yang lama kelamaan akan terlihat.
 “Narkoba dapat menyebabkan perubahan hilangnya  rasa sakit dan penurunan kesadaran. Dan sifat orang yang mengkonsumsi narkoba itu akan terlihat perubahan yaitu perilaku, suasana hati, maupun perubahan sikis dan fisiknya.” Ujarnya.
Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
“Dan sebenarnya narkoba itu awalnya diciptakan untuk kebutuhan medis. Tetapi belakangan ini, banyak orang mengetahui bahwa ternyata  pohon narkoba itu bisa di gunakan untuk menghilangkan rasa stres, menghilangkan rasa sakit. Jadi banyak orang yang menyalahgunakan. Jadi sebenarnya narkoba itu diciptakan untuk kebutuhan medis.” Ujarnya lagi.(DN)

TANGGAPAN DAN DAMPAK TAWURAN ANTARPELAJAR

Jakarta - Tawuran (atau tubir) adalah bentuk dari kekerasan antar geng sekolah dalam masyarakat urban di Indonesia. Wirumoto, sosiolog Indonesia, berpendapat bahwa tindakan tersebut sebagai salah satu cara untuk menghilangkan stress selama ujian. W. D. Mansur juga berpendapat bahwa tindakan tersebut terjadi bukan akibat dari faktor pribadi, melainkan berasal dari pengaruh lingkungan di sekitar serta prasangka dari masyarakat.
Selain dapat meresahkan masyarakat, tawuran antar pelajar juga memiliki dampak itu sendiri. Sering kali dampak yang ditimbulkan dapat merugikan orang sekitar, serta berdampak juga pada fasilitas-fasilitas sekitar. Dan selain itu, tawuran antar pelajar dapat mencoreng nama baik sekolah pula.
“Dampaknya itu bisa merusak fasilitas negara, merugikan orang lain, korban luka, terus  mencoreng nama baik sekolah dan terutama satu, merusak  masa depan diri sendiri.” Ujar Agus.
Penanaman ilmu Agama sejak dini juga sangat diperlukan untuk membentuk pribadi dimasa yang akan datang. Serta memilah-milah teman dalam bergaul pun juga salah satu cara bagi kita terhindar dari kenakalan-kenakalan lainnya.
“Kalau menurut saya, dicegah dengan diperbanyak ilmu Agama. Seperti mengaji atau sebagainya. Dan jangan sering nongkrong dengan teman-teman yang enggak benar.” Ujar Ahmad.
Selain itu dampak terbesar dari tawuran antarpelajar itu sendiri adalah banyaknya nyawa-nyawa yang melayang begitu saja akibat tawuran ini.
“Dampak dari tawuran itu banyak, seperti banyak siswa-siswa yang meninggal karena tawuran.” Ujar Eka.
Kemacetan pun juga kerap kali timbul akibat tawuran antarpelajar ini. Karena banyaknya pelajar yang menutup jalan dan berlarian kesana kemari dengan membawa senjata-senjata tajam yang membuat para pengendara ketakutan.
“Kalau menurut saya sih, bikin macet juga sih. Lebih baik sih dicegah aja biar tidak ada korban lagi.” Ujar Puji.
Dan salah satu masalah dari adanya tawuran antarpelajar adalah faktor wanita. Maksudnya, wanita disini itu diibaratkan seperti kembang desa yang diperebutkan oleh banyak lelaki. Maka terjadilah tawuran anterpelajar untuk menunjukan siapa yang lebih kuat diantara keduanya.(DN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar