POLITIK
PENGGUSURAN
KAMPUNG NELAYAN DADAP
Tangerang
– Sejarah
lokalisasi Dadap, di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang hadir sekitar
1975. Awalnya, pada 1970-an, tanah milik PT Angkasa Pura II itu
hanya diduduki para nelayan. Namun, pada 1980 daerah itu berkembang sejalan
dengan pembangunan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Dengan seiring berkembangnya bandara, para pelancong pun berdatangan
untuk mencari nafkah di sekitaran Dadap, para nelayan berdagang di sekitar
lokasi. Lambat laun muncul lah kegiatan pertukaran hubungan seksual atau
pelacuran.
Melihat hal ini, pemerintah pun turun tangan untuk
mmbersihkan tempat-tempat prostisusi itu dan membangun kembali kampung dadap.
Namun, warga bersikeras untuk mempertahankan kampung yang telah memberinya
nafkah sebagai nelayan dan menolak
adanya penggusuran.
“Kami sebagai warga nelayan Dadap Tangerang menolak
keras adanya penggusuran, terutama masalah yang dikontrakan oleh Bupati Kab.
Tangerang.” Ujar Siti
Para warga Dadap Tangerang awalnya diundang oleh
Bupati Kab. Tangerang untuk membicarakan penggusuran prostitusi. Namun, pada
akhirnya Bupati pun ingin menggusur kampung nelayan Dadap.
“Sesepuh warga Dadap ini diundang sebanyak 117 tokoh
masyarakat dalam undangan tentang penertiban prostitusi. Karena undangannya
seperti itu, kami senang. Beramai-ramai kami kesana, ternyata sampai disana
bukan tentang penggusuran prostitusi, penggusuran warga Kampung Baru Dadap
nelayan.” Ujarnya lagi.(DN)
MASYARAKAT
PRO&KONTRA AHOK
Jakarta
–
Kepemimpinan Ahok selama ini, banyak sekali masyarakat yang Pro dan Kontra
dengan Ahok. Dari segi kepemimpinan Ahok, banyak sekali yang pro dengan
ketegasan kepemimpinan Ahok. Namun, banyak juga yang kontra dengan Ahok, karena
ucapan-ucapan Ahok sendiri yang menurut masyarakat terbilang kasar.
Untuk masyarakat yang pro dengan Ahok. Salah satunya
adalah saudara Sumiran(44). Menurut beliau, kepemimpinan Ahok sudah banyak
mengalami perubahan yang maju untuk Jakarta. Salah satunya adalah kemacetan
yang menurut beliau sudah berkurang.
Untuk masyarakat yang kontra dengan Ahok salah
satunya adalah saudara Rifki Rifaldi (21). Menurut dia, kepemimpinan Ahok
sangatlah kejam. Terbukti dengan adanya penggusuran di Luar Batang yang
menurutnya menindas rakyat kecil. Serta gaya kepemimpinannya yang menurut dia
kurang sopan dalam bertutur kata.(DN)
TANGGAPAN
PARTAI MENGENAI JALUR INDEPENDENT AHOK
Jakarta
– Banyak
sekali dukungan yang diberikan oleh Ahok untuk maju dalam pemilihan Gubernur
lewat jalur Independent. Salah satunya adalah partai NASDEM. Partai NASDEM
sendiri mendukung penuh Ahok. Namun, sistem yang dilakukan atas dasar dari
partai itu sendiri, bukan dari Ahok selaku bakal CaWaGub.
Menurut ketua DPD Partai NASDEM wilayah Jakarta
Barat. Dukungan yang diberikan Ahok atas dasar dari partainya sendiri dan
bekerja sama. Serta tidak ada sistem rangkul-merangkul. Karena menurut beliau
partai NASDEM hanya memberi dukungan saja. Karena menurut beliau Ahok adalah
sosok yang pantas untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta selanjutnya.(DN)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar